
Naskah yang baik belum tentu langsung siap dikirim. Sebelum menekan tombol kirim, penulis perlu memastikan isi, format, dan informasi pendukungnya cukup jelas untuk dinilai. Persiapan yang rapi membantu editor memahami karya Anda tanpa terganggu masalah teknis yang sebenarnya mudah diperbaiki.
Tujuan persiapan naskah
Bukan membuat naskah menjadi sempurna, melainkan memastikan cerita atau gagasan sudah utuh, mudah dibaca, dan dilengkapi informasi yang dibutuhkan untuk proses penilaian.
1. Pastikan naskah sudah utuh
Periksa apakah bagian pembuka, isi, dan penutup sudah tersedia. Untuk novel, pastikan konflik utama memiliki penyelesaian. Untuk buku nonfiksi, periksa apakah setiap bab mendukung tujuan buku dan tidak mengulang penjelasan yang sama.
Jika naskah memang belum selesai, jelaskan statusnya secara jujur. Cantumkan jumlah bab yang sudah ditulis, target jumlah kata, dan perkiraan waktu penyelesaian. Informasi ini membantu penerbit memberi arahan yang sesuai.
2. Rapikan format dasar
Gunakan format sederhana agar editor dapat fokus membaca isi. Hindari terlalu banyak warna, hiasan, kolom, atau jenis huruf. Format berikut sudah cukup untuk pengajuan awal:
- Gunakan berkas DOC atau DOCX.
- Pilih satu jenis huruf yang mudah dibaca, misalnya Arial, Calibri, atau Times New Roman.
- Gunakan ukuran 11–12 pt dan spasi 1,5.
- Berikan judul yang jelas untuk setiap bab.
- Gunakan pemisah halaman untuk memulai bab baru.
- Tambahkan nomor halaman.
3. Lakukan penyuntingan mandiri
Baca ulang naskah setidaknya satu kali setelah memberi jeda beberapa hari. Jarak waktu membantu Anda melihat kalimat yang janggal, bagian yang terlalu panjang, atau informasi yang belum lengkap.
Periksa nama tokoh, urutan waktu, istilah, tanda baca, dan penulisan kata. Gunakan fitur pencarian untuk menemukan kata yang sering berulang. Membaca beberapa bagian dengan suara pelan juga efektif untuk mengenali kalimat yang sulit dipahami.
4. Siapkan sinopsis yang jelas
Sinopsis bukan teks promosi yang sengaja menyembunyikan akhir cerita. Sinopsis untuk penerbit harus membantu tim memahami keseluruhan naskah.
- Untuk fiksi, jelaskan tokoh utama, tujuan, konflik, perkembangan, dan penyelesaiannya.
- Untuk nonfiksi, jelaskan masalah yang dibahas, pembaca sasaran, pendekatan, dan manfaat buku.
- Usahakan sinopsis tetap padat, sekitar 300–700 kata.
5. Kenali calon pembaca
Hindari jawaban “untuk semua orang”. Tentukan siapa yang paling membutuhkan buku tersebut. Pertimbangkan usia, minat, pekerjaan, masalah yang mereka hadapi, dan alasan mereka akan membaca sampai selesai.
Contoh yang lebih jelas adalah “mahasiswa semester akhir yang sedang menyiapkan penelitian” atau “pembaca remaja yang menyukai novel persahabatan dan keluarga”. Gambaran pembaca membantu penerbit menilai posisi buku di pasar.
6. Lengkapi data pendukung
| Data | Isi yang disarankan |
|---|---|
| Profil penulis | Pengalaman, bidang yang dikuasai, atau karya yang pernah dibuat |
| Deskripsi naskah | Genre, jumlah kata, jumlah bab, dan status penyelesaian |
| Pembaca sasaran | Kelompok pembaca yang paling relevan |
| Nilai pembeda | Hal yang membuat naskah berbeda dari buku sejenis |
Checklist sebelum mengirim
- Naskah tersimpan dalam DOC atau DOCX dan dapat dibuka.
- Judul serta nama penulis tercantum dengan benar.
- Bab tersusun dalam urutan yang tepat.
- Sinopsis dan data kontak sudah tersedia.
- Naskah merupakan karya sendiri dan sumber kutipan dicantumkan.
- Anda sudah menyimpan salinan cadangan.
Naskah sudah siap diperiksa?
Ajukan naskah Anda agar tim Teori Kata Publishing dapat mempelajari kebutuhan karya dan membantu menentukan jalur penerbitan yang sesuai.

